< Mark 14 >

1 Hichun Kalchuh Kut le Cholsolou Changlhah Kut kimanna ding nini aumtan ahi. Thempu pipui holeh dan thusun hon Yeshua chu, guhthima mat'a thatheina ding lampi anahol jing nalaiyun ahi.
Dua hari sebelum Hari Raya Paskah, para imam kepala dan ahli Taurat mulai mencari cara untuk menangkap Yesus tanpa diketahui orang banyak, supaya mereka bisa membunuh Dia.
2 Ahin, “Kalchuh Kut sung hidahen, achuti loulegh mipi lah-a thunoh umget inte,” tin akinopto uve.
Lalu mereka berkata, “Kita tidak boleh menangkapnya selama perayaan ini berlangsung, karena bisa saja terjadi kerusuhan di antara orang banyak yang mendukungnya.”
3 Chuin Yeshua chu Bethany muna Simon phah anaveipa, in'ah alhunge. Chua an aneh laiyin numei khat'in songval bomin thaonamtui mantamtah ahin choiyin, abom chu asukeh-in aluchungah abunglhan ahi.
Sesudah itu, Yesus bersama murid-murid-Nya pergi ke Betania dan makan di rumah Simon yang juga disebut Si Borok. Sementara mereka makan, masuklah seorang perempuan membawa minyak wangi yang sangat mahal. Minyak itu terbuat dari narwastu murni dan disimpan dalam botol yang terbuat dari batu putih. Dia memecahkan leher botol itu lalu menuangkan minyaknya ke atas kepala Yesus.
4 Ahin alah uva loikhat chu alungnommo'uvin, “Ibol'a hitia hi thaonamtui mantam kimoh suhmang hitam?
Tetapi beberapa orang yang melihat itu merasa geram dan berkata satu sama lain, “Itu pemborosan besar!
5 Ijeh-inem itileh hiche thaonamtui hi kijohleh kum lhunga thalo jat toh kikot intin, hichu vaicha gentheiho pehthei hiding!” atiuvin aphunkhum tauvin ahi.
Minyak itu bisa dijual mahal sekali, lalu uangnya dapat kita bagi-bagikan kepada orang miskin!”
6 Ahinlah Yeshuan adonbut in, “Amanu chu oimo hih-un, keima'a dinga thilphatah abol ahitai.
Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Biarkanlah dia! Tidak usah kalian menegurnya. Perempuan ini sudah melakukan hal yang indah bagi-Ku.
7 Ijeh inem iti leh vaicha le gentheiho nakomuva aum jing nauve, nagot chan uva nahu theiyu ahi. Kei vang nakom uva um jing ding kahipoi.
Kesempatan untuk menolong orang miskin selalu ada, tetapi Aku tidak akan selalu ada bersama kalian.
8 Amanun abolthei chan abol ahitai. Ka thilong chu vuiya ahung umtheina dinga thao einu masat ahitai.
Sebenarnya dengan menuangkan minyak wangi ke atas kepala-Ku, dia sudah mempersiapkan tubuh-Ku untuk dikuburkan. Jadi dia sudah melakukan yang terbaik bagi-Ku.
9 Keiman tahbeh'a kaseipeh nahiuve, vannoi pumpia Kipana Thupha kilhangsapna chan'a hiche numeinu thilbol jong hi amanu hetjingna'a kisei toupeh ding ahi,” ati.
Aku menegaskan kepadamu: Selama Kabar Baik tentang Aku disebarkan ke seluruh dunia, apa yang dilakukan perempuan ini bagi-Ku akan terus diceritakan, sehingga orang akan selalu mengingat dia.”
10 Chuin somleni ho lah'a mi khat Juda Iscariot chun Yeshua chu matsah theina dingin thempu ho henga aga chen ahi.
Lalu Yudas dari desa Kariot, salah satu dari kedua belas murid Yesus, pergi kepada imam-imam kepala untuk memberitahukan bahwa dia bersedia membantu mereka menangkap Yesus.
11 Amahon ahet phat'un akipatdoh un, ama chu sumpeh ding in atem tauvin ahi. Chuin aman Yeshua chu pehdoha matsah theina ding agomkom aholtan ahi.
Mendengar hal itu, mereka senang sekali dan berjanji memberikan sejumlah uang kepadanya. Lalu Yudas mulai mencari kesempatan untuk menyerahkan Yesus kepada mereka.
12 Cholsolou Changlhah Kut nimasa nia Kalchuh Kut kelngoi atha pet uvin aseijuiten ajah-ah, “Kalchuh Kut Ankong hoikoma kagon diu nadeiyem?” atiuvin ahi.
Hari pertama Perayaan Roti Tidak Beragi sudah tiba, yaitu hari di mana semua domba Paskah dipotong. Lalu murid-murid Yesus bertanya kepada-Nya, “Guru, di mana Engkau mau mengadakan perjamuan Paskah? Biar kami pergi ke sana untuk menyiapkannya.”
13 Hichun aseijui mi ni khopi sunga gache lhon din asolin, “Khopi sung nalut lhon teng, twibel pua mi khat nato lhon ding ahi. Amachu jui lhonin.
Yesus pun menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan, “Pergilah ke Yerusalem. Di sana kalian akan bertemu dengan seorang hamba laki-laki yang sedang membawa bejana tanah liat berisi air. Ikutilah dia.
14 Ama alutna inneipa jah-a chun, ‘Houhil'in: kaseijuite toh Kalchuh Kut ankong kasokhomna diu indan chu hoilai ham? ati,’ gati lhon in.
Waktu dia masuk ke dalam rumah, ikutlah masuk ke sana dan katakanlah kepada pemilik rumah itu, ‘Pak, Guru kami menanyakan kepada Bapak: Di manakah tempat Dia dan murid-murid-Nya akan makan perjamuan Paskah?’
15 Chule ama tah-in insong chunga indan lentah gontupsa a kikoi khat navetsah lhon ding ahi. Hikom chu ahi inehkhomna diuva nagonna diu mun chu,” ati.
Nanti orang itu akan menunjukkan satu ruangan besar di lantai atas yang sudah lengkap dengan meja dan perabot lainnya. Siapkanlah perjamuan Paskah kita di sana.”
16 Chuin seijui teni chu apot lhon in, khopi sungah alut lhon in, akisei bang chun imajouse chu agatoh lhonin, Kalchuh Kut an ding chu agagong lhon tai.
Maka kedua murid itu pergi ke Yerusalem dan mereka menemukan segala hal tepat seperti yang sudah Yesus katakan kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan makanan Paskah di situ.
17 Hichun nilhah-in Yeshua aseijuite toh chua chun agalhung tauve.
Malam harinya, Yesus datang bersama murid-murid-Nya.
18 Atou uva an aneh laitah-un, Yeshuan aseiyin, “Tahbeha kasei ahi, tua kaneh khompi lah-a khat hin eipeh doh ding ahi,” ati.
Waktu mereka sedang makan, Dia berkata kepada mereka, “Aku menegaskan kepadamu: Salah seorang dari kalian yang makan bersama-Ku ini akan menyerahkan Aku kepada orang-orang yang memusuhi-Ku.”
19 Amaho alungkham pan tauvin, banneichan khat khat in ahin dongui, “Kei kahim?” tin.
Mendengar itu, mereka sangat sedih dan bergiliran bertanya kepada Yesus. Murid yang satu berkata, “Pasti bukan saya, ya Tuhan?” Dan yang lain juga bertanya, “Semoga bukan saya, ya?”
20 Aman adonbut in, “Nangho somleni lah'a khat, tua lhengkong kasokhompi hi ahi.
Jawab Yesus, “Salah satu orang di antara kalian yang mencelupkan roti ke dalam mangkuk ini bersamaan dengan-Ku akan menjual Aku.
21 Mihem Chapa chu athi ding dol masanglai peh'a pat Thubua anakiseisa ahitai. Hinama jongleh, Mihem Chapa melmate khut'a pedoh-a johdohpa chu—Ohe, ada nading e! Ama chu apen'a anapenglou hile ama dinga phajo dinga!” ati.
Karena seperti yang sudah ditulis dalam Kitab Suci, Aku, Sang Anak Adam, memang sudah ditetapkan untuk mati dibunuh, tetapi celakalah orang yang menyerahkan Aku untuk dibunuh! Lebih baik kalau orang itu tidak pernah dilahirkan.”
22 Chuin a-anneh laitah'un Yeshuan changlhah phabep alan, hichu phatthei aboh in, chuin ahehbalbal'in aseijuiteho apen, “Hichehi katahsa ahi, neuvin,” ati.
Dalam perjamuan itu, Yesus mengambil sebuah roti dan mengucap syukur kepada Allah. Lalu Dia menyobek-nyobek roti itu, dan sambil memberikannya kepada para murid, Dia berkata, “Ambillah roti ini dan makanlah. Inilah tubuh-Ku.”
23 Chule khon'a lengpitwi alan, phatthei aboh-in amahochu apen, chutichun abonchauvin adonsohkei tauvin ahi.
Sesudah itu, Yesus mengambil cawan berisi air anggur lalu mengucap syukur kepada Allah. Kemudian Dia memberikannya kepada mereka supaya setiap orang bergiliran minum dari cawan itu.
24 Chuin Aman ajah'uva aseiyin, “Hiche hi ka thisan, Pathen le amite kah'a kitepna thah um photchetna ahi. Hiche hi mi tamtah chonset ngaidamna dinga longdoh ahi.
Saat memberikan cawan itu, Dia berkata, “Inilah darah-Ku yang akan ditumpahkan untuk banyak orang. Darah kematian-Ku menjadi tanda bahwa perjanjian yang baru antara Allah dan manusia sudah disahkan.”
25 Tahbeha kaseipeh nahiuve, keiman Pathen Lenggama athah-a kadon kit ni ding tailou lengpitwi hi kadonlou ding ahitai,” ati.
Kata Yesus lagi, “Aku menegaskan kepadamu: Aku tidak akan minum anggur seperti ini lagi sampai tiba waktunya kerajaan yang dijanjikan Allah sudah nyata. Pada saat itu barulah Aku akan minum air anggur baru.”
26 Hichun la asauvin, chujouvin apotdoh'un Olive Lhang lamah ache tauvin ahi.
Sesudah menyanyikan sebuah lagu pujian kepada Allah, Yesus bersama murid-murid-Nya pergi ke Bukit Zaitun.
27 Lampia achepet'un Yeshuan ajah'uva aseiye, “Nangho naboncha uva nalungthoi sohkeidiu ahi. Ijeh-inem iti leh, Pathen thubun: ‘Keiman kelngoi chingpa kavohlhuh ding ahi, chujou teng akelngoite chu chehchao diu ahi,’ ati.
Dalam perjalanan, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Malam ini kamu masing-masing akan berhenti percaya kepada-Ku dan meninggalkan Aku. Karena harus terjadi sesuai dengan yang tertulis dalam Kitab Suci, di mana Allah berkata, ‘Aku akan membunuh Sang Gembala. Pada waktu itu domba-domba-Nya akan lari ke sana kemari.’
28 Ahinlah keima thina-a kon kahung thodoh jouteng Galilee gam lama namasanguva kache ding chua chu neimu diu ahi,” ati.
Tetapi sesudah Allah membangkitkan Aku kembali dari kematian, Aku akan mendahului kalian ke Galilea.”
29 Chuin Peter in aseiyin, “Aboncha uvin lungthoi jongleu, kei vang lungthoi ponge,” ati.
Lalu Petrus berkata, “Mungkin teman-teman lain akan berhenti percaya dan meninggalkan Engkau, tetapi saya tidak!”
30 Hichun Yeshuan, “Keiman tahbeh'a kasei ahi, Peter—nangman tu jan'a ah ni vei akhon masanga thumvei neiseilep ding ahi,” atipeh-e.
Jawab Yesus kepadanya, “Aku menegaskan kepadamu: Malam ini sebelum ayam berkokok dua kali, kamu sudah tiga kali mengaku tidak kenal Aku.”
31 Peter in, “Kanompoi! Nang matoh thitha teiding hijongleng, naseilep hihhel ing kate,” atichang melin ahi. Chule abonchauvin achuti seicheh-un ahi.
Tetapi Petrus menjawab lagi dengan tegas, “Kalau pun harus mati bersama Engkau, saya siap! Karena saya tidak akan pernah mengatakan bahwa saya tidak mengenal Engkau!” Semua murid yang lain juga berkata begitu.
32 Amaho olive thinglei lah-a Gethsemane atiu honsung achun ahungun, chuah Yeshuan aseiyin, “Keima katao sungsen nangho hikoma hin anatou jingun,” ati.
Sesudah Yesus dan murid-murid-Nya sampai di suatu taman yang bernama Getsemani, Dia berkata kepada mereka, “Kalian duduk di sini dulu, sementara Aku pergi berdoa.”
33 Aman Peter, James chule John akipuiyin, alunghem lheh jeng tai.
Lalu Yesus mengajak Petrus, Yakobus, dan Yohanes ikut bersama-Nya. Waktu itu Dia mulai merasakan ketakutan hebat dan kegelisahan yang mendalam.
34 Chuin Yeshuan, “Thina khop helin kalung hesoh behseh jengtai. Hikoma hin um unlang eina kiginpeh-un,” ati.
Kata Yesus kepada mereka, “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Kalian tetaplah di sini. Teruslah terjaga dan jangan tidur.”
35 Chule amasang lamah neokhat ache chon'in tollah akhupboh-in alhun, ahitheile hiche phat chu Ama-a kon'a akitolmang theina dingin ataove.
Yesus pun berjalan sedikit jauh dari mereka, lalu sujud dan berdoa supaya Dia— kalau Allah menghendaki— bisa lepas dari kesusahan yang sudah dekat.
36 Akapjah-in, “Abba, Hepa! Imajouse Nanga dinga hithei ahi. Ahitheile hiche gimthohna khon hi keiya konin kitolmang hen. Hinla Nangma lunggot bang joh hihen lang, keima lunggot bang hida hen,” tin ataotai.
Yesus berdoa, “Abba, Bapa, Engkau mampu melakukan segala sesuatu. Tolong lepaskan Aku dari kesusahan ini! Tetapi janganlah kehendak-Ku yang terjadi. Biarlah kehendak Bapa saja yang jadi.”
37 Chujouvin ahungdohle khatteho chu ana imutlhuh-u ahung toh'in, Peter jah-a, “Simon, na-imut hitam? Nidan khat jeng jong kiginga umjoulou nahim?
Sesudah selesai berdoa, Dia kembali kepada ketiga murid-Nya tadi dan mendapati mereka sedang tidur. Lalu Dia berkata kepada Petrus, “Simon, apakah kamu tidur? Ternyata kamu tidak sanggup menahan kantuk satu jam saja!”
38 Lhepna-a nalhahlouna dingun, kigingun, taovun ijeh-inem iti leh lhagaovin agonan, tahsan ajolou ahi,” ati.
Kata Yesus lagi, “Jangan tidur. Berdoalah terus supaya kamu masing-masing tidak berdosa waktu iblis mencobaimu. Memang rohmu ingin berbuat yang baik, tetapi tubuhmu tidak sanggup.”
39 Chuin amaho adalhan, ache kit'in atao ngai bangin agatao kittai.
Lalu Yesus kembali ke tempat yang tadi untuk berdoa, dan doa-Nya pun sama seperti sebelumnya.
40 Chuin ahung kile kit'in ahile amaho chu ana-imut'u ahung toh kit'in, aimutso behseh jeh-un adonbutje ahepouve.
Selesai berdoa, Dia kembali dan mendapati mereka sedang tertidur lagi karena terlalu mengantuk. Yesus menegur mereka, tetapi ketiganya diam saja karena sangat malu dan tidak tahu harus menjawab apa.
41 Athumvei channa-a ahung kile kit chun ajah uva, “Tun i-mu uvin lang kithaol tauvin. Aphasettai, phat alhingtai. Hinla—veuvin, Mihem Chapa hi michonsete khut'a kipedoh ahitai.
Sesudah itu Yesus pergi lagi berdoa untuk ketiga kalinya. Dan waktu kembali kepada mereka, Dia berkata, “Sudah cukup kalian tidur dan istirahat! Lihat, tiba waktunya Aku, Sang Anak Adam, diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.
42 Kipat'un, chetauhite. Veuvin, eipedohpa hiakhun aumtai!” ati.
Bangunlah, mari kita pergi! Dia yang menyerahkan Aku sudah datang.”
43 Yeshuan hichu asei jou jouvin, hetman louvin, Judas, aseijuiho lah'a khat, chu mihonpi moltum le chemjam kichoi puma hungho toh ahung kilhon khom'in ahi. Amaho chu thempu pipui holeh hou lamkai hon ahinsol'u ahi.
Waktu Yesus masih berbicara, tiba-tiba Yudas, yaitu salah satu dari kedua belas murid-Nya, datang bersama segerombolan besar orang yang bersenjatakan pedang dan batang kayu pemukul. Mereka adalah suruhan para imam kepala, ahli Taurat, dan pemimpin orang Yahudi.
44 Ajohdoh-a pangpa, Juda Iscariot chun melchihna ahil masan, “Namat diu chu chibai kaboh-a kachop penpen chu hiding ahi. Ama chu puimang un,” ati.
Sebelumnya Yudas sudah memberitahu mereka, “Orang yang saya peluk, itulah Yesus. Tangkap dia dan bawa pergi dengan penjagaan ketat!”
45 Ahung lhun lhun'un Juda chu Yeshua hengah achen, “Houhil!” tin chibai bohnan achoptai.
Waktu Yudas tiba, dia langsung mendekati Yesus dan berkata, “Salam, Guru.” Lalu dia memeluk Yesus.
46 Chuin akhut alhauvin Yeshua amantauvin ahi.
Maka orang-orang itu segera menangkap Yesus.
47 Yeshua nungjuiho lah'a mi khat'in achemjam asatdohin thempu chungnung sohpa asat leh abilkol langkhat asatlhan ahi.
Tetapi salah satu murid Yesus mengeluarkan pedangnya dan menyerang seorang budak imam besar. Dia memotong salah satu telinganya.
48 Yeshuan adongin, “Galguh bolho mandinga kon banga moltumle chemjam thoa keiman dinga nahung uham?
Lalu Yesus berkata kepada orang banyak itu, “Ternyata kalian pikir Aku ini penjahat, sehingga kalian merasa harus mengajak rombongan besar yang bersenjata ke sini!
49 Houin sunga kaum laiya ibola neimatlou uham? Niseh leh nalah'uva thujong kanahil jinge. Ahinlah Thubua thukiseisa aguilhunna dinga hitia hi thilsoh vang ahinai,” ati.
Padahal setiap hari kalian melihat Aku mengajar di teras rumah Allah. Kenapa kalian tidak menangkap Aku di sana?! Tetapi hal ini sudah ditetapkan untuk terjadi pada-Ku sesuai dengan yang tertulis dalam Kitab Suci.”
50 Chuin aseijuite jouse akithecheh-un, ajamgam tauve.
Pada waktu itu semua murid-Nya lari meninggalkan Dia.
51 Alah'uva gollhang khat asangkhol tupat ponnem khatseh kiah aumin, ama chu ahungkon hon amat'ule,
Seorang pemuda berusaha mengikuti Yesus dari belakang. Dia hanya berpakaian kain halus. Mereka hampir menangkap dia juga dengan memegang kain itu,
52 Aman apon-ah chu akhut'uva adalhan, asagohkeovin ajam mangtai.
tetapi dia melepaskan kainnya dan lari telanjang.
53 Amahon Yeshua chu thempu chungnung hengah akaiyun, chua chun thempu pipui chengse le vaipo upa ho chule danthusunho ahung kikhomun ahi.
Sesudah itu mereka membawa Yesus ke rumah imam besar. Semua anggota sidang Mahkamah Agama Yahudi sedang berkumpul di situ, yakni para imam kepala, pemimpin Yahudi, dan ahli Taurat.
54 Peter in galkangin ahin juipeh-in chule jangpet'in thempu chungnung inpi leitol sungnung geiyin ajuilutpeh in chua chun sottolleho lah'a atouve.
Sementara itu, Petrus mengikuti Yesus dari jauh sampai ke halaman rumah imam besar. Di sana dia duduk bersama para pengawal di dekat api unggun untuk menghangatkan badan.
55 Asunglamah, thempu pipui holeh houlamkaiho chengsen Yeshua tha theinadia hehsetna le themmo channa ding pansattheina ding ahol un ahivanginla amupouvin ahi.
Waktu itu imam-imam kepala dan semua anggota sidang Mahkamah Agama berusaha membuktikan bahwa Yesus bersalah, supaya mereka bisa menjatuhkan hukuman mati kepada-Nya. Secara diam-diam, beberapa orang sudah mereka sogok untuk memberikan kesaksian palsu tentang Yesus. Walaupun banyak orang memberikan kesaksian, tetapi tidak ada kesaksian yang sama persis antara satu dengan yang lainnya untuk saling mendukung. Karena itu mereka tidak berhasil membuktikan kesalahan apa pun pada Yesus.
56 Jouthu tamtah'in ahehseuvin, ahinlah akitoh tapouvin ahi.
57 Akhonna-in, mi phabep akipatdoh'un,
Lalu beberapa orang berdiri dan memberikan kesaksian palsu tentang Dia,
58 “Amaa kon'a kajah-u chu: khut'a kisa hiche houinthenghi suse-ingting, nithum jouleh khut'a sahlou achom dang khat katundoh ding ahi,” ati-e tin ahin hehse tauvin ahi.
“Kami pernah mendengar Yesus berkata, ‘Aku akan membongkar rumah Allah yang dibangun dengan tangan manusia, dan dalam waktu tiga hari aku akan membangun kembali yang baru, yang tidak dibangun dengan tangan manusia.’”
59 Ahivanginla hichea jongchun athuseiyu akitoh kitpouvin ahi.
Tetapi bahkan tentang hal itu tidak ada kesaksian yang sama persis untuk saling mendukung.
60 Chuin thempu chungnung chu mipi masanga adingdoh in, Yeshua thudoh abolin, “Hitehon nahehnau thu aseiyuhi nadonbut lou dingham?” ati.
Lalu imam besar berdiri di hadapan mereka dan berkata kepada Yesus, “Kenapa kamu tidak menjawab?! Jawablah semua tuduhan berat terhadapmu itu!”
61 Ahivangin Yeshuan donbut louvin thipbeh'in aumin, chuin thempu chungnungin adongin, “Nangma Nunnom Chapa, Messiah chu nahim?” atitai.
Tetapi Yesus tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Lalu imam besar bertanya lagi kepada-Nya, “Apakah kamu adalah Kristus, Anak Allah?”
62 Yeshuan adonbut in, “Kahi,” atin, chuleh, “Nanghon Mihem Chapa hi thuneina mun'a Pathen jetlam'a atouva chule van meilah-a ahung namu dingu ahinalaiye,” ati.
Yesus pun menjawab, “Ya, benar. Dan kalian akan melihat Aku, Sang Anak Adam, duduk di tempat yang paling terhormat di samping Yang Mahakuasa. Dan ketika Aku datang kembali dari surga, kalian akan melihat Aku di antara awan-awan.”
63 Chuin Thempu chungnung chun alunghan vetsahnan aponsil abotkeh-in, “Hettohsahna ipi iholbe nahlai dingu ham?
Mendengar jawaban itu, imam besar merobek-robek baju yang dipakainya dan berkata, “Buat apa kita mencari saksi-saksi lain lagi?!
64 Pathen ataitomna thu naja tauve. Nanghon iti nagel um?” atileh abonchauvin asam'un, “Athidinga lom ahi!” tin aeo lahlah jengun ahi.
Kalian sudah mendengar sendiri bagaimana dia menghina Allah! Jadi bagaimana menurut kalian?” Lalu mereka semua memutuskan untuk menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus.
65 Mi abangkhat'in achil asetkhum'un chule amit akanpeh-un, akhutnun achumun, “Gaothu neiseipeh-un,” tin eltolin ahouvun, angeiphe abengun apuimang tauve.
Sesudah itu ada di antara mereka yang mulai meludahi Dia. Mereka juga menutup mata-Nya dengan sepotong kain, dan sambil memukuli Dia mereka berkata, “Kalau kamu seorang nabi, coba tebak, siapa nama orang yang baru saja memukulmu!” Kemudian penjaga-penjaga imam besar itu pun memukuli Yesus sambil membawa Dia keluar.
66 Hichepet'a chu Peter noilama leitola uma ahin, thempu chungnung ole numei khat ahungin ahile,
Waktu semua itu terjadi, Petrus masih menghangatkan badannya di dekat api di halaman rumah imam besar. Lalu datanglah seorang pembantu perempuan imam besar.
67 Peter in mei aoi chu amun, amanu chun aven ajah a, “Nang jong Nazareth Yeshua toh kiloi nahi,” ati.
Waktu dia memperhatikan Petrus di terang api, pembantu itu berkata kepadanya, “Kamu juga salah satu pengikut Yesus orang Nazaret itu, bukan?”
68 Ahinlah Peter in, “Nasei chu kahehih hel'e,” tin adonbut'in, leitol maiya apotdohleh ahchal akhongtai.
Tetapi Petrus menyangkalnya, “Saya tidak mengerti maksudmu.” Lalu Petrus pergi ke pintu pagar depan. Pada saat itu juga ayam berkokok.
69 Chuin sohnu chun amun akoma dingho jah-a, “Hichepa hi amaho lah'a khat ahi!” atikit e.
Waktu pembantu perempuan itu melihat Petrus lagi, dia mulai berkata kepada orang-orang yang ada di situ, “Orang ini juga salah satu dari pengikut Yesus.”
70 Ahinlah Peter akilepkittai. Chomkhat jouvin, akoma dingho chun, “Amaho lah'a khat mong mong nahi, ajehchu Galilee mi nahi-e,” atikit tauvin ahi.
Tetapi Petrus menyangkal lagi, “Bukan!” Tidak lama kemudian, orang-orang yang berdiri di situ berkata kepada Petrus, “Betul! Kamu juga salah satu dari mereka, karena kamu orang Galilea. Itu ketahuan dari logatmu.”
71 Ahivangin aman, “Kajou kasei leh gaosap chang inge—naseipau hi kahekha hihbeh-e!” atijeng tai.
Lalu Petrus dengan tegas bersumpah, “Saya tidak kenal orang itu! Kalau saya bohong, biarlah TUHAN yang di surga menghukum saya!”
72 Chujou jouvin aniveina'in ah ahung khong paitan ahi. Chutah chun, Yeshua thusei: Ah ni vei akhon masanga thumvei neiseilep ding ahi, ati chu ageldoh tan, hakan akaptan ahi.
Saat itu ayam berkokok untuk kedua kalinya. Lalu Petrus teringat apa yang Yesus katakan kepadanya malam itu, “Sebelum ayam berkokok dua kali, kamu sudah tiga kali mengaku tidak kenal Aku.” Petrus pun langsung menangis dengan sangat sedih.

< Mark 14 >